Showing posts with label pengatahuan. Show all posts
Showing posts with label pengatahuan. Show all posts

TERBENTUKNYA ALAM MENURUT ISLAM

Proses Terbentuknya Alam Menurut Islam

Prinsip penting yang perlu kita kedepankan ketika membahas masalah azali (kejadian masa silam) atau masalah ghaib secara umum adalah tidak memberikan rincian tanpa bukti dan dalil yang shahih.Sebatas teori, tidak bisa dijadikan acuan. Karena Allah tidak akan menanyakan masalah ghaib yang kita tidak tahu dan yang tidak disebutkan dalam dalil.

Karena Allah ta’ala mencela memberikan komentar tentang masalah ghaib, yang tidak memiliki bukti.Diantaranya masalah proses penciptaan alam semesta. Dalam Alquran, Allah hanya memberikan keterangan global dan tidak rinci. Hanya dengan mengetahui secara global, tanpa menggali yang lebih rinci, itu sudah cukup bagi seorang muslim.

1.    Proses Penciptaan Alam Semesta dalam Alquran

Allah ta’ala menceritakan proses penciptaan alam semesta dalam Alquran. Ada yang bersifat global dan ada yang lebih rinci.Dalam penjelasan global, Allah menegaskan bahwa Dia menciptakan langit dan bumi selama 6 hari.Allah tegaskan hal ini di tujuh ayat dalam Alquran. Diantaranya sebagai berikut:

a)    Surat al-A’raf:54

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ

Sesugguhnya Tuhan kalian, yaitu Allah, Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari, kemudian Dia beristiwa di atas Arsy”.[1]

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan:Allah ta’ala memberitakan bahwasanya Dia telah menciptakan alam ini, langitnya, buminya, dan apa yang ada di antaranya dalam masa 6 hari yaitu hari Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jum’at. Dan pada hari-hari itu berkumpul semua penciptaan serta pada hari itu (Jum’at) diciptakan Adam.[2]

Disamping penjelasan global, Allah juga memberikan penjelasan lebih rincin, di surat Fushilat (ayat 9 sampai 12), Dia berfirman,

b)    Surat Fushilat:9-12

قُلْ أَإِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِالَّذِي خَلَقَ الْأَرْضَ فِي يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُ أَنْدَاداً ذَلِكَ رَبُّ الْعَالَمِينَ

“Katakanlah: Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua hari dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam”.[3]

وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاءً لِلسَّائِلِينَ*

Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan penghuninya dalam empat hari. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.[4]

ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعاً أَوْ كَرْهاً قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِين*

Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglahkamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.[5]

فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظاً ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua hari.Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya.Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.[6]

2.    Makna Kata “Hari”

Selanjutnya, kita akan memahami makna kata ‘hari’ yang disebutkan dalam berbagai ayat di atas.

Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wa an-Nihayah menyebutkan perbedaan pendapat ulama tentang makna ‘hari’ dalam ayat di atas. Beliau menyatakan ada dua pendapat ulama tentang makna kata ‘hari’ terkait penciptaan langit dan bumi,

Pendapat pertama, maknanya sebagaimana makna hari yang dikenal manusia, dimulai sejak terbit matahari hingga ter-benamnya matahari. Ini merupakan pendapat jumhur (mayoritas) ulama.

Pendapat kedua, bahwa satu hari dalam proses penciptaan alam semesta itu seperti 1000 tahun dalam perhitungan manusia. Ini merupakan pendapat yang diriwayatkan dari Ibn Abbas, Mujahid, ad-Dhahak, Ka’b al-Ahbar, dan pendapat yang dipilih olehImam Ahmad sebagaimana keteragan beliau dalam ar-Rad ‘ala al-Jahmiyah.Pendapat ini pula yang dinilai kuat oleh Ibnu Jarir at-Thabari.[7]

Diantara ulama yang berpendapat bahwa satu hari sama dengan seribu tahun adalah al-Qurthubi. Beliau mengatakan dalam tafsirnya,

Dalam waktu 6 hari, maksudnya adalah hari di akhirat, bahwa satu hari sama dengan 1000 tahun, karena besarnya penciptaan langit dan bumi.[8]

3.    Bumi atau Langit Dulu?

Ada dua hal yang perlu dibedakan terkait proses penciptaan langit dan bumi, pertama, mengawali penciptaan (Ibtida al-Khalqi) dan kedua, penyempurnaan penciptaan (Taswiyah al-Khalqi).

Di surat Fushilat ayat 9 hingga 12 di atas, Allah menyebutkan bahwa Dia menciptakan bumi terlebih dahulu sebelum langit. Sehingga, secara Ibtida al-Khalqi, bumi lebih awal dibandingkan langit.Namun penyempurnaan bumi (Taswiyah al-Khalqi), baru dilakukan setelah Allah menciptakan langit.

Ketika menafsirkan surat Fushilat di atas, Ibnu Katsir mengatakan:Allah menyebutkan bahwa Dia menciptakan bumi terlebih dahulu, karena bumi ibarat pondasi.Dan pertama kali, harusnya dimulai dengan pondasi.Kemudian setelahnya adalah atap. Sebagaimana yang Allah firmankan,

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَوَاتٍ

“Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kalian, kemudian Dia berkehendak (beristiwa) menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit.[9]

Ibnu Katsir melajutkan dengen menjelaskan firman Allah di surat an-Nazi’at,

أَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ بَنَاهَا رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَاهَا وَالأرْضَ بَعْدَ ذَلِكَ دَحَاهَا أَخْرَجَ مِنْهَا مَاءَهَا وَمَرْعَاهَا وَالْجِبَالَ أَرْسَاهَا مَتَاعًا لَكُمْ وَلأنْعَامِكُمْ

“Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit?Allah telah membinanya,(27) Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,(28) dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.(29) Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.(30) Dia memancarkan dari bumi mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. (31) Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh, (32) (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.(33)”.[10]

Dalam ayat ini disebutkn bahwa Dahyu al-Ardi (penyempurnaan bumi) dilakukan setelah menciptakan langit.Bentuk ad-Dahyu, ditafsirkan pada ayat, “Dia memancarkan dari bumi mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya”. Dan ini dilakukan setelah penciptaan langit. Adapun penciptaan bumi, ini dilakukan sebelum penciptaan langit berdasarkan nash (dalil tegas).[11]

Selanjutnya, Ibnu Katsir menyebutkan keterangan dari Ibnu Abbas yang diriwayat Bukhari dalam Shahihnya.Dari Said bin Jubair bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Ibnu Abbas beberapa ayat yang menurutnya bertentangan, diantaranya firman Allah tentang penciptaan langit dan bumi.

Orang ini menanyakan:Di surat an-Nazi’at (ayat 27 – 30), Allah menyebutkan bahwa Dia menciptakan langit sebelum menciptakan bumi. Sementara di surat Fushilat (ayat 9 – 12) Allah menyebutkan bahwa Dia menciptakan bumi sebelum menciptakan langit.

Jawab Ibnu Abbas,Allah menciptakan bumi dalam 2 hari, kemudian Dia menciptakan langit. Kemudian dia beristiwa ke atas langit, lalu Allah sempurnakan langit dalam 2 hari yang lain. Kemudian Allah daha al-Ardha (menyempurnakan bumi).Bentuk penyempurnaan bumi adalah dengan Dia keluarkan dari bumi mata air, tumbuh-tumbuhan, Allah ciptakan gunung, benda mati, dataran tinggi, dan segala yang ada di antara langit dan bumi, dalam 2 hari.Itulah makna firman Allah, “Bumi dihamparkannya”. Sementara firman Allah, “Dia menciptakan bumi dalam 2 hari”. Diciptakanlah bumi dan segala isinya dalam 4 hari dan diciptakan semua langit dalam 2 hari.(HR. Bukhari secara Mu’allaq sampai al-Minhal, 16/85).[12]

Kesimpulan dari keterangan Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma,Allah menciptakan bumi 2 hari belum sempurna dan belum ada isinya.Kemudian menciptakan semua langit dalam 2 hari, dan terakhir Allah mengisi bumi dengan tumbuhan, gunung, benda-benda dalam 2 hari.

B.   Pandangan Orang yang tidak Beriman

1.    Teori Kabut (Nebula)

Dari jaman sebelum masehi, para ahli sudah memikirkan bagaimana proses terjadinya bumi. Dan salah satunya adalah teori kabut atau yang disebut nebula yang diperkenalkan oleh Immanuel Kant pada tahun 1755 serta Piere de Laplace pada tahun 1796. Dimana mereka berdua terkenal dengan teori kabut kant laplace[13]

Dalam teori tersebut mengatakan bahwa di dalam jagat raya terdapat gas yang berkumpul menjadi kabut atau nebula. Dimana gaya tarik menarik antara gas yang kemudian membentuk kumpulan kabut yang sangat besar serta berputar semakin cepat.Dimana proses perputaran yang sangat cepat ini, materi kabut dibagian khatulistiwa terlempar dan terpisah serta memadat yang disebabkan karena pendinginan.Pada bagian yang terlempar ini menjadi planet–planet di dalam tata surya. Teori nebula terbagi menjadi beberapa tahap .

Matahari beserta planet-planet yang masih berbentuk gas, dimana kabut yang masih sangat pekat dan besar.Kabut yang masih berputar serta berpilin dengan kuat dan pemadatan terjadi pada pusat lingkaran dan kemudian membentuk matahari.Lalu pada saat bersamaan materi lainnya membentuk menjadi massa yang lebih kecil dai pada matahari dan kemudian menjadi planet, serta bergerak memutari matahari.Kemudian materi tersebut semakin besar dan selalu melakukan gerakan yang teratur mengitari matahari dalam satu orbit yang tetap kemudian membentuk tingkatan keluarga matahari.

2.    Teori Planetisima

Sejak awal abad 20, Forest Ray Moulton seorang ahli astronomi asal amerika serta rekannya Thomas C.Chamberlain ahli geologi, mengemukakan teori planestisimalhypothesis, bahwa matahari terbentuk dari massa gas yang bermassa sangat besar, disaat ada bintang lain yang melintas dan sangat dekat dan hampir terjadinya tabrakan. Terlalu dekatnya lintasan mempengaruhi antara gaya gravitasi dengan dua bintang yang mengakibatkan tertariknya gas serta materi ringan yang ada pada bagian tepi.

Pengaruh gaya gravitasi menyebabkan materi terlempar dan meninggalkan permukaan matahari serta permukaan bintang. Materi yang terlempar menyusut serta membuat gumpalam planestimal[14].Kemudian planestimal dingin dan memadat yang membentuk planet yang mengitari matahari.

3.    Teori Pasang Surut Gas (Tidal)

Teori yang dikemukakan James Jeans dan Harold Jeffrey tahun 1918, bintang besar yang mendekati matahari dengan jarak pendek, yang pada akhirnya membuat pasang surut pada badan matahari, pada saat matahari dalam keadaan gas. Penyabab terjadinya pasang surut air laut adalah massa bulan serta jauhnya jarak antara bulan ke bumi 60 kali radius orbit di bumi.

Namun, jika bintang yang massanya mendekati masa besarnya dengan matahari  mendekat, lalu akan membentuk semacam gunung  gelombang pada badan matahari, yang terjadi karna gaya tarik bintang. Gunung-gunung tadi akan menjadi tinggi yang sangat luar biasa kemudian terbentuk semacam lidah pijar yang sangat besar, yang menjulur oleh massa matahari dan mengarah ke arah bintang besar. Lambat laun kolom-kolom ini akan pecah kemudian akan menjadi benda tersendirian.

Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini akan pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri, yaitu planet-planet.Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh matahari tadi, melanjutkan perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun akan hilang pengaruhnya terhadap planet yang berbentuk tadi.Planet-planet akan mengelilingi matahari namun tetapi ketika mengelilingi planet-planet yang besar proses pendinginannya akan lambat sedangkan pada planet-planet kecil akan berjalan lebih cepat.[15]

4.    Teori Bintang Kembar

Teori yang dikemukakan seorang ahli astronomi R.A Lyttleton , teori ini menerangkan bahwa galaksi berawal dari kombinasi bintang kembar.

Dimana satu dari bintang itu meledak membuat banyak material yang terlempar, sedangkan bintang yang tidak meledak itu disebut matahari dan bintang yang meledak itu menjadi planet-planet yang mengelilingi matahari.

5.    Teori Big Bang

Teori big bang menjelaskan bahwa bumi berasal dari puluhan milyar tahun yang lalu.Dimana ada gumpalan kabut yang sangat besar berputar pada porosnya.Putaran itu memungkinkan bagian-bagian kecil terlempar sedangkan bagian besar menjadi satu dan menjadi pusat pembentukan cakram raksasa.

Gumpalan raksasa itu meledak dan mebentuk galaksi dan nebula-nebula. Sekitar 4,6 miliyar tahun Pembekuan yang terjadi membuat nebula-nebula membentuk galaksi bernama galaksi bima sakti dan kemudian terbentuk sistem tata surya. Bagian ringan yang terlempar membentuk gumpalan-gumpalan yang  memadat. Dan gumpalan itu membentuk planet-planet.

 

C.   Kesimpulan

Setelah kami membahas tentang Proses Terbentuknya Alam Menurut Ilmu.Pengetahuan Barat Dan Al-Qur’an, dapat kami simpulkan bahwa alam dan penghuninya adalah suatu ruangan yang maha besar yang didalamnya terdapat kehidupan yang biotik dan abiotik, serta didalamnya terjadi segala peristiwa alam baik yang dapat diungkapkan manusia maupun yang tidak.

 

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an al-Karim

Al-bidayah wan Nihayah, karya al-Imam al-Hafidz Abi al-Fida’ Ismail Ibnu Katsir al-Quraisy ad-Dimasyqi (701-774 H), cet I, th.1418 H/1997 M, Tahqiq ad-Duktur Abdullah bin Abdil Muhsin at-Turky, Markaz al-Buhus wad dirasat al-‘Arabiyyah wal Islamiyyah, Badaru Hijr.

Tafsir al-Qur’anul ‘Adzim, karya al-Imam al-Hafidz Abi al-Fida’ Ismail Ibnu Katsir al-Quraisy ad-Dimasyqi (701-774 H), cet II, th.1423 H/2002 M, Tahqiq Abdur Razzaq al-Hamdi, an-Nasyir.

Mawardi & Nur Hayati. 2000.IAD IBD ISD.Bandung: Pustaka Setia.



[1] QS.Al-A’raf, ayat:54.

[2] Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, hal.165.

[3] QS.Fushilat, ayat:9.

[4]Ibid, ayat:10

[5]Ibid, ayat:11

[6]Ibid, ayat:12

[7] Ibnu Katsir, Binayah Wan Nihayah, hal. 1/15.

[8] Al-Qurthubi, Tafsir al-Qurthubi, hal.7/219.

[9] QS.al-Baqarah, ayat:29.

[10] QS.an-Nazi’at, ayat:27-33.

[11] Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir,hal.7/165.

[12] Ibid, hal.468-470.

[13] Mawardi & Nurhayati, IAD IBD ISD, hal.30.

[14] Ibid, hal.31.

[15] Ibid, hal.33.

kegunaan dari narkoba, narkoba merusak generasi

 BAB I

Pendahuluan 

A. Latar Belakang Penulisan

Generasi muda saat ini merupakan aset bangsa yang sangat berharga. Namun akhir- akhir ini anda pasti sering mendenger bahwa para remaja sering berprilaku negatif. Jika saja kita bandingkan remaja pada masa sekarang dengan remaja tahun 80-an, pastilah sangat berbeda jauh prilakunya. Yang pada masa dulunya baik, kini telah hancur. Perilaku negatif yang dilakukan oleh para remaja itu seperti penyalahgunaan narkoba, perjudian, sex bebas, perampokan, tawuran. Kondisi demikian sangatlah memprihatinkan.

Maka, dalam makalah ini, saya akan membahas tentang penggunaan narkoba yang sebenarnya sangatlah berbahaya. Namun para pencandunya tidaklah mengetahui bahaya tersebut. Mereka cuek saja. Dalam pikiran mereka, yang penting saat ini puas. Urusan mati atau tidak itu urusan nanti. Keadaan demikian sangat memperihatinkan. Jadi perlu adanya dukungan dari guru, orang tua, teman, saudara. Namun, terkadang orang yang seharusnya mendukung itu malah menjerumuskan si anak ke dalam lembah hitam.

Jika kita melihat realita yang ada pada saat ini adalah bahwa pengguna jarum suntik pun semakin bertambah dan tidak melihat dari segi usia yang ada, karena jumlah pengguna yang semakin bertambah sehingga pengguna tersebut tidak melihat dari segi umur, jenis kelamin dan ras dan semakin meningkatnya jumlah pengguna tersebut kebanyakan dari mereka tidak mengetahui bahaya dari narkoba tersebut serta mereka tidak mengetahui informasi yang benar tentang bahaya dari narkoba sehingga kebanyakan dari mereka terus menggunakan drugs sampai sekian lama.

 

B. Permasalahan

Permasalahan ini terjadi akibat para remaja yang tidak lagi memperhatikan moral dan etika. Oleh sebab itu, diperlukannya kesadaran dari setiap generasi muda. Agar permasalahan ini lebih terperinci, saya hendak membatasi hal ini. Adapun masalah tersebut sebagai berikut:

1.    Bagaimana asal mula dari narkoba itu sendiri?

2.    Apa bahaya penggunaan narkoba?

3.    Apa saja jenis jenis narkoba?

4.    Apa alasan remaja memakai narkoba?

5.    Apa saja faktor yang dapat menyebabkan remaja memakai narkoba?

6.    Bagaimana cara menangani overdosis?

 

C. Metode Penelitian

Pengumpulan data tentang bahaya narkoba dilakukan dengan cara:

1.    Pencarian buku buku yang berhubungan dengan topik

2.    Wawancara dengan orang orang yang bersangkutan seperti orang tua atau guru

3.    Pencarian dari internet

4.    Media cetak tertentu

 

D. Kegunaan penelitian

Penelitian ini berguna bagi semua orang khususnya para remaja agar tidak menggunakan  narkoba. Diantaranya:

1.    Mengetahui dampak negatif narkoba

2.    Mengetahui tentang hal – hal apa saja yang dapat membuat remaja terjerumus ke narkoba

3.    Mengetahui komposisi berbahaya dari narkoba

4.    Mengetahui jenis – jenis narkoba

BAB II

NARKOBA

 

A. Pengertian Narkoba

Narkoba singkatan dari narkotika, psikotropika dan zat adiktif. Seperti yang anda ketahui, saat ini penggunaan nakoba semakin marak dan pada umumnya dipakai oleh kalangan remaja. Beberapa jenis narkotika tertentu seperti ganja berasal dari Indonesia tepatnya di Aceh dan di sumatera utara merupakan jenis Canabis Sativa yang terkenal di dunia dan paling menarik perhatian orang karena memberi perasaan gembira. Pada bab berikutnya akan dijelaskan lagi lebih mendalam tentang hal ini.

Walau sudah dicegah aparat kepolisian supaya penggunaannya tidak meluas, namun  penanamannya masih saja Jumlah pengguna narkoba pada saat ini semakin meningkat dan jumlah yang telah terinfeksi virus Hepatitis C dan HIV/AIDS juga semakin bertambah. Jika kita melihat realita yang ada pada saat ini adalah bahwa pengguna jarum suntikpun semakin bertambah dan tidak melihat dari segi usia yang ada, karena jumlah pengguna yang semakin bertambah sehingga pengguna tersebut tidak melihat dari segi umur, jenis kelamin dan ras. Dan semakin meningkatnya jumlah pengguna tersebut kebanyakan dari mereka tidak mengetahui bahaya dari narkoba tersebut serta mereka tidak mengetahui informasi yang benar tentang bahaya dari narkoba sehingga kebanyakan dari mereka terus menggunakan drugs sampai sekian lama.

 

B. Sejarah Adanya Narkoba

Ribuan tahun yang lalu Manusia telah mengetahui tentang cara menggunakan bahan –bahan yang berasal dari dari tumbuhan liar seperti ganja, mariyuana, cannabis sativa, kokkain, opium dll. Tubuhan tersebut sebenarnya digunakan untuk relaksasi tapi ada juga yang memakainya untuk pengobatan. Lama kelamaan bahan ini diketahui dapat menyebabkan dapat menyebabkan perubahan perilaku karena pada tumbuhan tersabut mengandung zat psikoaktif yang dapat membuat seseorang menjadi bergantung pada pemakiannya.

5000 – 6000 tahun sebelum masehi opium ditemukan disekitar mesopotamia sekitar Iraq. Bahan ini diambil dari getah buah tanaman papaver sumaniferum. Kemudian ada lagi morfin yang awalnya ada di India den lalu menyebar ke China, Laos, Thailand dan bagian Eropa lainnya. Opium dulunya masuk ke China dan dipergunakan sebagai obat disentri, dan berabad – abad kemudian disalahgunakan hingga melatarbelakangi perang candu (1839 – 1842) di daratan Tiongkok. Sepanjang sejarahnya, khasiat ganja cannabis sativa ini paling menarik perhatian orang karena memberi perasaan gembira dan rasa percaya diri namun bahanya tidak dipikirkan oleh penggunanya.

 

C. Narkoba Dari Sudut Pandang Agama

Tidak ada satupun agama di muka bumi ini yang memperbolehna penganutnya memakai narkoba. Belakangan ini sudah sangat santer merebaknya narkoba di Indonesia. Narkoba terjual laris manis seperti kacang goreng apalagi di kalangan remaja sampai ada yang rela menjal harta benda orang tua mereka demi barang haram tersebut. Oleh sebab itu, penggunaan narkoba harus ditanggulang dan dikahwatirkan bangsa ini akan kehilangan generasi penerus.

Seperti pada pandangan beberapa agama, contohnya Kristen, bahwa pengguna Narkoba secara gelap adalah perbuatan jahat dan akan mengalami kebinasaan dalam hidup. Agama Budha sendiri menutup tolak pergaulan yang berkaitan dengan narkoba.

 

D. Bahaya Narkoba

Bahaya yang diakibatkan oleh pemakaian narkoba dapat bermacam-macam dan terkadang bagi pecandu itu sendiri kebanyakan tidak mengetahui organ tubuh mana saja yang dapat terserang, sehingga mereka tidak dapat mengetahui bahwa akibat dari pemakaian tersebut akan banyak sekali kerugian yang mereka dapatkan atau mereka derita, tidak hanya organ tubuh seperti otak, jantung dan paru-paru mereka yang terserang bahkan viruspun akan lebih mudah masuk kedalam tubuh mereka, seperti virus Hepatitis C, virus HIV/AIDS dan juga penyakit menular lainnya.

Bahaya ini tidak hanya menyerang fisik saja melainkan mental, emosional dan spiritual mereka. Kebanyakan dari pengguna narkoba yang menggunakan jarum suntik, akan lebih mudah terinfeksi virus Hepatitis C dan HIV/AIDS yang akan lebih mudah masuk kedalam organ tubuh mereka tanpa mereka ketahui. Karena kebanyakan dari pengguna jarum suntik, mereka tidak memikirkan resiko yang akan mereka peroleh sehingga mereka sering kali untuk bertukar jarum suntik dan menggunakan jarum suntik secara terus menerus tanpa memikirkan kebersihan dari jarum suntik tersebut. Jadi kebanyakan dari mereka tidak menggunakan jarum suntik yang baru, mereka lebih memilih untuk menggunakan jarum suntik yang lama.

Padahal dari penggunaan jarum suntik yang terus menerus tanpa memperhatikan kebersihannya akan mengakibatkan bakteri yang ada dalam jarum suntik tersebut lebih mudah masuk kedalam tubuh si pemakai dan akan lebih mudah lagi menyerang organ tubuh mereka. Bahaya-bahaya lain yang akan mereka peroleh akan lebih banyak lagi bahkan mereka tidak memperdulikan akan keselamatan mereka dan juga masa depan mereka jika mereka terus menerus menggunakan narkoba. Dan bahaya tersebut tidak hanya menyerang fisik mereka saja, melainkan mental, emosional dan spiritual merekapun akan terganggu.

Dari setiap narkoba memiliki bahaya masing-masing dan akan merugikan kesehatan mereka. Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang bahaya dari narkoba yang merusak organ tubuh manusia seperti jantung, paru-paru dan liver, dan mengetahui dampak apa yang akan terjadi jika si pengguna narkoba tidak mau berhenti menggunakan narkoba, sebaiknya kita melihat realita yang ada bahwa pengguna narkoba tidak ada yang berakhiran baik melainkan fisik, mental, emosional dan spiritualnya akan mengalami gangguan dan bahkan jika mereka terus menggunakan tidak menutup kemungkinan jika mereka berakhiran dengan kematian yang akan dengan mudah menyerang mereka.

 

E. Jenis Narkotika

1.    Ganja/ Mariyuena/ cannabis sativa

Ganja dikenal dengan nama cannabis sativa pada mulanya digunakan sebagai obat relaksan  untuk megatasi keracunan ringan. Namun setelah diketahui dapai menimbulkan kecanduan, maka sejak perang dunia ke-II tidak lagi diperkenankan menjual, mengedarkan apalagi memakai. Banyak orang mengkonsumsi ganja dengan cara menghisap dan lain sebagainya. Zat ini membuat ketagihan secara mental. Membuat orang yang menggunakannya menjadi lambat berpikir. Seringkali pengguna memakai ganja guna mendapat kepuasan maksimal. Ganja mengandung bahan kimia yang dapat mempengaruhi pemakai dalam hal melihat dan mendengar. Beberapa efek yang ditimbulkan pecandu:

 

    Riang ria berlebihan

    Merasa percaya diri tanpa peduli lingkungan sekitar

    Nafsu makan bertambah namun malas bekerja

    Egonya tinggi

    Terkadang mata sayu, merah, penglihatan kabur

    Bila sendirian sering mengalami halusinasi dan banyak keringat

    Tidak memiliki rasa sopan santun

 

Perlu diketahui bahwa ganja adalah perkenalan pertama sebelum masuk ke dunia yang lebih gelap lagi, yang bernama heroin, yang dapat mengakibatkan efek yang lebih mematikan daripada ganja.

 

2.    Morfin (Narkotika)

Morfin merupakan turunan opium yang dibuat dari hasil pencampuran getah poppy dengan bahan kimia lainnya. Sifatnya jadi lebih semi sintetik. Morfin merupakan zat aktif yang sebenarnya dipakai untuk mengurangi rasa sakit pada saat dilakukannya pembedahan atau operasi. Pada tahun 1856, zat ini di gunakan untuk mengobati serdadu yang luka. Karena diketahui dapat menyebabkan ketagihan, maka penggunaannya diganti obat lainnya

3.    Heroin

Heroin merupakan turunan dari morfin yang sudah mengalami proses kimiawi. Pada mulanya heroin ini digunakan untuk mengobati ketergantungan morfin, tetapi kemudian baru diketahui bahwa kecanduan heroin lebih hebat. Bentuk dari heroin ini berupa serbuk putih tidak berbau. Efek pengguna morfin:

 

    Dapat menekan kegiatan sistem saraf

    Memperlambat pernafasan dan detak jantung, sesak nafas

    Memperbesar pembuluh darah

    Mengecilnya bola mata

    Adanya perasaan mau muntah atau mual – mual bagi pemula

    Bila overdosis berbahaya hingga dapat merenggut nyawa

    Menggangu kerja organ tubuh seperti lever, jantung, paru – paru, ginjal dan usus.

 

4.    Kokain

Efek penggunaan kokain dapat menyebebkan berkurangnya rasa percaya diri, halusinasi, merusak sistem susunan syaraf di otak, memperburuk sistem pernafasan. Penggunaan berlebihan dapat merusak kesehatan dan merenggut nyawa.

 

F. Jenis Psikotropika

Psikotropika adalah obat –obatan yang bukan narkotika namun memiliki efek yang sama dengan narkotika. Karena sasaran dari obat – obatan tersenut adalah sistem sara tertentu dari sistem saraf di otak. Pemakaian obat ini menyebabkan perubahan prilaku dan pada aktifitas mental. Beberapa contoh obat – obatannya:

1.    Shabu

Zat yang tidak berbau dan bening ini dalam dunia kedokteran disebut juga dengan istilah Methamfetamine yang masih saudara kandung extacy, karena sama – sama tergolong dalam keluarga psikotropika simulansia. Shabu – shabu tidak lagi dimiliki orang berkantong tebal. Namun orang biasapun bisa membelinya dengan harga murah. Indikasi:

 

    Bentuk seperti kristal putih

    Efek penggunaan zat menyebabkan kenikmatan semu

    Mengakibatkan efek negatif pada sistem syaraf

    Pemakai akan bergantung secara fisik dan mental.

    Penggunaan  terus menerus dapat merusak otot jantung

    Efek penggunaannya menjurus pada perilaku kekerasan

    Berat badan menyusut

    Kejang – kejang

    Dapat menyebabkan impotent

    Overdosis menyebabkan kerusakan lever dan paru - paru

 

Akibat dari penggunaan shabu – shabu dapat menyebabkan berat badan menyusut, kejang – kejang, kerusakan ginjal, kerusakan jantung, gila, impotent, halusinasi, paranoid, serangan jantung dan mati merana.

2.    Extacy

Extacy adalah jenis psikotropika yang paling banyak di produksi. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 10.000,00 sampai dengan Rp 100.000,00. Psikotropika yang bernama lain Inex diproduksi secara ilegal. Zat kimia berbahaya sering dicampurka di extacy ini. Bahan – bahan pembuatan extacy ini murah dan mudah didapat contohnya, serbuk kaca, insektisida, baygon dll. Akibat dari penggunaan extacy ini:

 

    Diare

    Hyperaktif

    Gemetar tak terkontrol

    Denyut nadi cepat

    Hilang selera makan

    Rasa haus

    Sakit kepala

 

Akibat dari penggunaan yang berlebih yaitu overdosis yang menyebabkan pembuluh darah di otak pecah dan menyebabkan kematian

 

G. Zat Adiktif

Meskipun bahan atau zat adiktif bukan tergolong narkotika, namun penyalahguaannya dapat berdampak buruk bagi seseorang karena dapat menimbulkan ketergantungan bagi pemakainya. Selain merusak kesehatan akibat minuman keras yang mengandung etanol, tapi juga dapat memabukkan. Begitu pula tembakau yang mengandung nikotin dan tar yang dapat menimbulkan penyakit jantung koroner juga lem jenis tertentu yang tidak boleh dihirup terus menerus.

 

H. Alasan Remaja Menggunakan Narkoba

Masalah utama remaja berawal dari pencarian jati diri. Mereka mengalami krisis identitas karena untuk dikelompokkan ke dalam kelompok anak-anak merasa sudah besar, namun kurang besar untuk dikelompokkan dalam kelompok dewasa. Hal ini merupakan masalah bagi setiap remaja di belahan dunia ini. Oleh karena pergumulan di masa remaja ini, maka remaja mempunyai kebutuhan sosialisasi yang seoptimal mungkin, serta dibutuhkan pengertian dan dukungan orangtua dan keluarga dalam kerentanan di masa remaja.

Bila kebutuhan remaja kurang diperhatikan, maka remaja akan terjebak dalam perkembangan pribadi yang "lemah", bahkan dapat dengan mudah terjerumus ke dalam belenggu penyalahgunaan narkoba.Hingga sekarang, penyalahgunaan narkoba semakin luas di masyarakat kita, terutama semakin banyak di kalangan para remaja yang sifatnya ingin tahu dan ingin coba-coba. Banyak alasan mengapa banyak yang terjerumus ke bahan terlarang dan berbahaya ini kemudian tidak mampu melepaskan diri lagi. Alasannya antara lain:

1. Hal ini sudah dianggap sebagai suatu gaya hidup masa ini

2. Dibujuk orang agar merasakan manfaatnya

3. Ingin lari dari masalah yang ada, untuk merasakan kenikmatan sesaat

4. Ketergantungan dan tidak ada keinginan untuk berhenti

5. Dan mungkin masih banyak alasan lainnya.

 

Kiat menyampaikan Bahaya narkoba bagi anak anak sesuai tahapan usia:

1.    Orangtua merupakan panutan bagi anak. Segala hal yang dikatakan dan dilakukan orang tua  sehubungan dengan narkoba akan mempengaruhi keputusan yang mereka ambil mengenai narkoba. Sebagai panutan bagi anak sebaiknya orangtua:

a.    Memberikan contoh perilaku dan sikap yang positif

b.    Melibatkan diri dalam kehidupan sosial anak-anak

c.    Menjelaskan kepada anak mengenai harapan orangtua, beri dukungan untuk mencapainya

d.    Mendiskusikan masalah Narkoba sejak usia dini dgn cara yg sesuai dengan tahapan usianya

e.    Mendiskusikan konsekuensi negatif dari penyalahgunaan Narkoba

f.    Memberikan perhatian yang besar terhadap siap dan keputusan yang diambil anak mengenai penyalahgunaan Narkoba

2.    Menetapkan pendirian terhadap penyalahgunaan narkoba:

a.    Anak ingin orangtua untuk berbicara kepada mereka mengenai Narkoba. Kalau orangtua terlihar ragu-ragu atau tidak yakin akan pendiriannya sendiri, maka anak justru akan tergoda untuk mencobanya. Orangtua perlu memperkaya diri dengan pengetahuan mengenai Narkoba dan sampaikan pengetahuan tersebut kepada anak dengan sikap yakin percaya diri

b.    Konsekuensi jika anak mencoba menggunakan Narkoba juga perlu didiskusikan. Jelaskan hukuman apa yang akan diterima dan bagaimana pelaksanaannya. Konsekuensi yang dipilih sebaiknya beralasan dan berkaitan dengan kesalahan yang telah dibuat bagi si pemakai

c.    Berlawanan dengan yang selama ini dikhawatirkan orangtua, peraturan yang ketat di rumah ternyata tidak akan membuat anak merasa terasing. Bila peraturan yang ketat disertai dengan penjelasan bahwa tujuannya adalah untuk melindungi anak dari bahaya, mereka justru merasa bahwa orangtua memberikan cukup perhatian dan kasih sayang

3.    Kiat Mengajarkan Anak Mengenai Bahaya Narkoba. Tingkat pemahaman berbeda, maka strategi penyampaian perlu disesuaikan dengan usia/tahapan perkembangan anak.

I. Akibat Penyalahgunaan Narkoba

Ada baiknya kita mengintip sedikit lagi tentang narkoba. Apa saja sih jenis-jenis narkoba? Menurut situs kespro dot info, pada dasarnya narkoba itu dibagi atas 4 kelompok, yaitu:

1. narkotika, terutama opiat atau candu.

2, halusinogenik, misalnya ganja atau mariyuana

3. stimulan, misalnya ekstasi dan shabu-shabu

4. depresan, misalnya obat penenang.

 

Masing-masing kelompok mempunyai pengaruh tersendiri terhadap tubuh dan jiwa penggunanya. Opiat, yang menghasilkan heroin atau “putauw” menimbulkan perasaan seperti melayang dan perasaan enak atau senang luar biasa, yang disebut euforia. Tetapi ketergantungannya sangat tinggi dan dapat menyebabkan kematian. Marijuana atau ganja, yang termasuk kelompok halusinogenik, mengakibatkan timbulnya halusinasi sehingga pengguna tampak senang berkhayal.

Tetapi sekitar 40-60 persen pengguna justru melaporkan berbagai efek samping yang tidak menyenangkan, misalnya muntah, sakit kepala, koordinasi yang lambat, tremor, otot terasa lemah, bingung, cemas, ingin bunuh diri, dan beberapa akibat lainnya. Bahan yang tergolong stimulan menimbulkan pengaruh yang bersifat merangsang sistem syaraf pusat sehingga menimbulkan rangsangan secara fisik dan psikis. Ecstasy, yang tergolong stimulan, menyebabkan pengguna merasa terus bersemangat tinggi, selalu gembira, ingin bergerak terus, sampai tidak ingin tidur dan makan.

Akibatnya dapat sampai menimbulkan kematian. Sebaliknya bahan yang tergolong depresan menimbulkan pengaruh yang bersifat menenangkan. Depresan atau yang biasa disebut obat penenang, dibuat secara ilmiah di laboratorium. Berdasarkan indikasi yang benar, obat ini banyak digunakan sesuai dengan petunjuk dokter. Dengan obat ini, orang yang merasa gelisah atau cemas misalnya, dapat menjadi tenang. Tetapi bila obat penenang digunakan tidak sesuai dengan indikasi dan petunjuk dokter, apalagi digunakan dalam dosis yang berlebihan, justru dapat menimbulkan akibat buruk lainnya. Pada dasarnya akibat penyalahgunaan narkoba dapat dibagi menjadi akibat fisik dan psikis. Akibat yang terjadi tentu tergantung kepada jenis narkoba yang digunakan, cara penggunaan, dan lama penggunaan.

Beberapa akibat fisik ialah kerusakan otak, gangguan hati, ginjal, paru-paru, dan penularan HIV/AIDS melalui penggunaan jarum suntik bergantian. Sebagai contoh, sekitar 70 persen pengguna narkoba suntikan di Cina tertular HIV/ AIDS. Di Indonesia, sejak beberapa tahun terakhir ini jumlah kasus HIV/AIDS yang tertular melalui penggunaan jarum suntik di kalangan pengguna narkotik tampak meningkat tajam.

Akibat lain juga timbul sebagai komplikasi cara penggunaan narkoba melalui suntikan, misalnya infeksi pembuluh darah dan penyumbatan pembuluh darah. Di samping akibat tersebut di atas, terjadi juga pengaruh terhadap irama hidup yang menjadi kacau seperti tidur, makan, minum, mandi, dan kebersihan lainnya. Lebih lanjut, kekacauan irama hidup memudahkan timbulnya berbagai penyakit. Akibat psikis yang mungkin terjadi ialah sikap yang apatis, euforia, emosi labil, depresi, kecurigaan yang tanpa dasar, kehilangan kontrol perilaku, sampai mengalami sakit jiwa.

Akibat fisik dan psikis tersebut dapat menimbulkan akibat lebih jauh yang mungkin mengganggu hubungan sosial dengan orang lain. Bahkan acapkali pula merugikan orang lain. Sebagai contoh, perkelahian dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi karena pelaku tidak berada dalam keadaan normal, baik fisik maupun psikis.

 

J. Cara Menangani Overdosis

Cara menghindari Overdosis:

    Berhenti menggunakan obat sama sekali

    Jika sudah beberapa hari tidak pakai obat, pakai sedikit saja

    Jangan langsung pakai obat dengan dosis tinggi

    Tanyakan orang yang tahu jika terjadi over dosis

    Cari sebanyak mungkin informasi tentang obat yang akan digunakan

    Hati hati jika akan mencoba obat jenis baru

    Jangan menambah obat lagi sebelum obat mempunyai efek pada badan

Cara menangani Overdosis:

    Singkirkan berbagi alat yang bisa membahayakan korban

    Upayakan korban tetap sadar

    Jika tdk ada respon, bukalah mulutnya, pastikan tdk ada sumbatan dlm tenggorokannya

    Jika tidak bernafas, berilah nafas buatan

    Jika korban pingsan dan mulutnya berbusa, bersihkan busa dalam mulut korban

    Baringkan korban dalam posisi miring

 

BAB III

Penutup

 

A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian dari bab 1 dan bab 2, diperoleh kesimpulan bahwa narkoba merupakan zat berbahaya bagi semua orang. Penggunaan narkoba akan berdampak negatif bagi pengguna, contohnya kematian atau timbulnya penyakit AIDS. Oleh sebab itu, kita sebagai generasi muda haruslah tidak menggunakan narkoba juga menjauhkannya dari orang – orang sekitar kita.

 

B. Saran

Seperti pepatah “Tak  ada yang sempurna di dunia ini”, begitu pula dengan makalah saya ini. Hanya inilah yang bisa saya tulis. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam makalah ini. Jadi saya mohon kritik dan saran sehat dari anda. Terima kasih.

 

Daftar Pustaka

 

 

Hawari, Dadang. 2002. Narkoba Jadi Ancaman Nasional. Jakarta: Kliping Republika.

Ain. 2002. Pedoman Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba. Medan: Yayasan Indah sari.

Ain. 2002. Awas Narkoba Sumber Bencana. Medan:Lembaga Terpadu Permasyarakatan Anti Narkoba Sumatera Utara.

Yayasan Kasih Mulia. 2001.Jangan Biarkan Mereka Terpuruk. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Yayasan Anak Bangsa. 2001. For  aDrug Free Indonesia. Jakarta: YCAB

Mr.Ain.2004. Pahami Kejahatan Narkoba. Medan: Letupan