PETUNJUK PEMAKAIAN TESAURUS ALFABETIS PUSAT BAHASA

 KATA PENGANTAR

Sejak dikumandangkan sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia,

penggunaan bahasa Indonesia makin meluas ke berbagai bidang kehidupan,

bahkan berpeluang menjadi bahasa ilmu pengetahuan. Peluang itu makin

nyata setelah bahasa Indonesia diangkat sebagai bahasa negara (UUD

1945, Pasal 36) yang menempatkan bahasa itu sebagai bahasa resmi dalam

penyelenggaraan pemerintahan dan bahasa pengantar pendidikan serta

bahasa dalam pengembangan ilmu dan teknologi. Untuk itulah, diperlukan

pengembangan kosakata bahasa Indonesia dalam berbagai bidang ilmu,

terutama untuk kepentingan pendidikan anak bangsa.

Kekayaan kosakata suatu bahasa dapat menjadi indikasi kemajuan

peradaban bangsa pemilik bahasa itu karena kosakata merupakan sarana

pengungkap ilmu dan teknologi serta seni. Sejalan dengan perkembangan

yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Indonesia dari waktu ke waktu,

perkembangan kosakata terus menunjukkan kemajuan. Kemajuan itu makin

dipacu oleh perkembangan teknologi informasi yang mampu menerobos

batas ruang dan waktu. Dalam perkembangan yang begitu cepat telah tersedia

Kamus Bahasa Indonesia yang memuat kosakata bahasa Indonesia. Sebagaimana

kita ketahui, kamus itu membantu pengguna bahasa dalam memahami

makna kata. Sebaliknya, pengguna bahasa telah memiliki konsep, tetapi dia

tidak menemukan kata yang tepat untuk mengungkapkan konsep itu. Nah, di

situlah diperlukan tesaurus. Kini Pusat Bahasa telah mengeluarkan tesaurus

bahasa Indonesia yang disusun berdasarkan penelitian dalam berbagai ranah

penggunaan bahasa Indonesia. Tesaurus ini menyediakan deret kata yang

memiliki makna yang sama atau mendekati kesamaan.

Penerbitan Tesaurus Bahasa Indonesia Pusat Bahasa ini dapat membantu

pengguna bahasa Indonesia dalam mengungkapkan pikiran, gagasan,

pengalaman, dan perasaannya ke dalam bahasa Indonesia yang tepat.

Atas penerbitan Tesaurus ini saya menyampaikan terima kasih kepada

para penyusun yang telah melakukan penelitian, pengolahan, dan akhirnya

penyajian dalam bentuk buku ini.

Jakarta, 28 Oktober 2008                                                                                             Dr. Dendy Sugono

Kepala Pusat Bahasa